Monday, 16 September 2019

Renungan "Hal yang membuatku malu pada diri sendiri 😔"


Assalamu'alaikum
PESAN INDAH

"Hal yang membuatku malu pada diri sendiri ðŸ˜”"
Pernahkah kamu berpikir andai kita perlakukan Quran ðŸ“— seperti halnya hape kita saat ini..?
Lihat...
Bagaimana kalau kita selalu membawanya kemanapun kita pergi??? dalam tas & saku?
Bagaimana jika kita selalu melihatnya dan membacanya beberapa kali dalam sehari�?
Betapa kita gugup dan terburu-buru balik pulang saat lupa membawanya?
Bagaimana jika kita mperlakukn Quran seolah kita tak bisa hidup tanpanya..?
- dan memang benar, kita tak bisa hidup tanpanya...!
Bagaimana jika kita berikan itu kepada anak2 kita sbgi hadiah?
Bagaimana jika kita selalu sempatkan untuk membacanya disaat bepergian?
Bagaimana jika kita buat dia sebagai prioritas?
Seperti contoh status berikut :
" Quran is my best friend ðŸ’–."
Mungkin hanya 7% yg akan menyebarkan pesan ini...😞
Jadilah salah satu dari mereka ðŸ‘³dan sebarkan  kepada saudara2 muslim �lainnya.
Janganlah jadi bagian dari 93% yg enggan myebarkn pesan ini...
Coba pikirkan tentang Hari Pembalasan, sekalipun sekali saja
Kita sadar betul kalau hampir setiap hari �selalu membuka dan bertukar pesan, email dsb. dg teman2 �
Kita share/forward ðŸ˜‚ guyonan & gosip
Tapi,Berapa kali kita buka Quran� dan membaca firman Allah
Jika kamu bersama teman2mu atau keluargamu, bagikan pesan ini kepada mereka...!!
 Terbukti dalam Penelitian :
💠 Mdengarkn Quran mngurangi menyebarnya sel kanker. ðŸŽƒ ditubuh manusia bahkan menghancurkannya
💠 Memanjangkan sujud semakin menguatkan ingatan dan mencegah stroke
Setan ðŸ‘¹ berkata:
"Aku heran bagaimana bisa manusia mengatakan mereka cinta Allah tapi mengabaikan perintahNya, dan mengklaim benci padaku, �tapi nyatanya mereka patuh pada rayuanku! "
Hanya butuh waktu sebentar untuk menyebarkan pesan ini kepada orang2 tercinta sebagai pengingat..

Happy long week end with Qur'an ðŸ˜Š

Puisi Fahri Hamzah : KAN KUHAPUS AIR MATAMU

Puisi Fahri Hamzah : KAN KUHAPUS AIR MATAMU
Aku menulis puisi untukmu....
Karena kau datang, membawa berita duka dari dalam hatimu...
Tentang keputusasaan..
Dan ketidaksanggupan menghadapi kenyataan...
Kerapuhan, akibat perasaan dikhianati
Kau datang mengabarkan tragedi dan perasaan hampa ....
Bibirmu bergetar
Seperti tak sanggup melukis perasaan.
Mata memerah dan melelehkan gerimis frustrasi.... memar hatimu.
Luka yang tak sanggup kau bawa pergi.
Hatimu seperti berdarah.
Terasa, ada sakit yang melukis murung wajahmu yang tak pernah terjadi... tak pernah kau begini.
Dan kau meminta pendapatku...
Aku terdiam...
Aku memandang langit...
Aku menarik napas panjang...
Menoleh ke belakang..
Apa yang terjadi pada kita?
Mengapa kita begitu kecewa?
Apakah wajar sikapmu?
Aku pun tak mudah memahami apa yang kita alami....
Tapi aku berbisik pada diriku... aku bertanya dalam hati... tak ingin kuperdengarkan padamu..
Sesempit itukah dunia ini bagi kita?
Apakah kita tidak punya pilihan?
Apakah di balik semua ini tak ada maksud baik Ilahi?
Kau memaksaku berkata sebagai pelepas dahaga jiwamu yang dirundung duka...
Dan ku katakan padamu kawan.... Pandanglah langit... tariklah napas panjang...
Pulanglah dan temuilah belahan jiwamu... Peluklah kekasih hatimu... bawalah pulang sekuntum senyum...
Jadilah kau yang paling kuat...
Jadilah yang paling tegar..
Jangan tampakkan luka meski hatimu berdarah... jangan bersedih di depan manusia.. jangan menangis di depan hamba... tumpahlah di depan yang Maha Luas dan Kuasa...
Tanggunglah semua beban luka dan telanlah pahit yang paling getir... sebab sakit ini akan terus terasa jika kau tak sandarkan diri padaNya....
Dan apabila kau lemah, lalu siapa yang menanggung luka saudara-saudara kita?
Apakah telah berkata benar?
Kau masih marah?
Bolehkah kita marah?
Untuk apa?
Mengapa keadaan menentukan kita bahagia atau kecewa?
Mengapa perjuangan mengenal jera?
Mengapa kita terguncang? Mengapa kita lemah?
Aku tak mau....
Biarlah luka ini pertanda bahwa perjuangan itu harus selalu ada...
Waktu terus berlari...
Takkan terasa....
Dunia takkan mudah bagi yang lemah kawan.
Dunia akan selalu nyata...
Apa yang kita tanam, itu yang kita petik... suka atau tidak.. itu akan terjadi pada siapapun...
Maka apakah ada guna menyesal?
Apakah kita punya waktu untuk kecewa?
Persiapkan saja untuk esok..
Bila lebih banyak luka...
Hadapilah...
Bila luka tetap menganga..
Hadapilah...
Jangan lari jika dihadang..
Jangan takut menghadapi kenyataan!
Karena kau ingin dikenang sebagai apa?
Lukiskan itu sekarang....
Ini saat yang terang!
Twitter @Fahrihamzah 28/6/2019

Sunday, 15 September 2019

PUISI BJ HABIBIE UNTUK ISTRINYA, AINUN

PUISI BJ HABIBIE UNTUK ISTRINYA, AINUN

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. ..
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, ...
dan kematian adalah sesuatu yang pasti ...
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu ....

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, ..
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, ..
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi ....

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang ...
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, .. selama kau ada, ...
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini ...
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, ..
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik ..
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini ...

Selamat jalan, ..
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, ...
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada ...
selamat jalan sayang, ..
cahaya mataku, penyejuk jiwaku, ...
selamat jalan, ...
calon bidadari surgaku ...

- HABIBIE -

Wednesday, 19 September 2018

SATU HATI DAN SATU CINTA

SATU HATI DAN SATU CINTA

Oleh RA. Irmayanti, Cirebon.

Aku cuma punya satu hati
Yaitu untukmu seorang
Tak ada yang lain
Begitupun dengan cinta
Cintaku hanya untukmu saat ini, esok dan selamanya.

Mencintaimu adalah anugerah untukku
Cintaku tulus apa adanya
Mengalir dari dalam hatiku sendiri
Mungkin orang lain bisa memberimu kebahagiaan lebih dariku
Tapi aku cuma punya satu
Cinta dan Kesetiaan yang akan kuberikan padamu.

Aku cuma punya satu hati
Yaitu untukmu seorang
Tak ada yang lain
Begitupun dengan cinta
Cintaku hanya untukmu saat ini, esok dan selamanya.

Mencintaimu adalah anugerah untukku
Cintaku tulus apa adanya
Mengalir dari dalam hatiku sendiri
Mungkin orang lain bisa memberimu kebahagiaan lebih dariku
Tapi aku cuma punya satu
Cinta dan Kesetiaan yang akan kuberikan padamu.

Aku cuma punya satu hati
Yaitu untukmu seorang
Tak ada yang lain
Begitupun dengan cinta
Cintaku hanya untukmu saat ini, esok dan selamanya.

Mencintaimu adalah anugerah untukku
Cintaku tulus apa adanya
Mengalir dari dalam hatiku sendiri
Mungkin orang lain bisa memberimu kebahagiaan lebih dariku
Tapi aku cuma punya satu
Cinta dan Kesetiaan yang akan kuberikan padamu.


Tuesday, 18 September 2018

KEKASIHKU

KEKASIHKU

Oleh Abdul Zaelani

Bahagiaku adalah senyummu
Harapanku adalah bersama denganmu
Masa depanku
Adalah mempersuntingmu

Namun jangan sekali kali kau membisu
Karena diammu, merampas bahagiaku
Tangismu, merusak ketenangan jiwaku

Ku mohon…
Tetaplah bersamaku
Karena cintamu
Akan kuperjuangkan selalu


Bahagiaku adalah senyummu
Harapanku adalah bersama denganmu
Masa depanku
Adalah mempersuntingmu

Namun jangan sekali kali kau membisu
Karena diammu, merampas bahagiaku
Tangismu, merusak ketenangan jiwaku

Ku mohon…
Tetaplah bersamaku
Karena cintamu
Akan kuperjuangkan selalu


Bahagiaku adalah senyummu
Harapanku adalah bersama denganmu
Masa depanku
Adalah mempersuntingmu

Namun jangan sekali kali kau membisu
Karena diammu, merampas bahagiaku
Tangismu, merusak ketenangan jiwaku

Ku mohon…
Tetaplah bersamaku
Karena cintamu
Akan kuperjuangkan selalu